Rajab dan Isra’ Mi’raj: Saatnya Membumikan Hukum Langit, Bukan Sekadar Merayakan Ritual
oleh : Mufakkirot Fathinah, SE (Praktisi Pendidikan) Rajab dan Isra’ Mi’raj hampir selalu hadir dalam ruang publik umat Islam sebagai perayaan spiritual yang khidmat, penuh ceramah tentang keutamaan shalat dan kisah perjalanan Rasulullah ﷺ menembus langit. Namun, pertanyaan penting yang jarang diajukan adalah: mengapa peristiwa sebesar Isra’ Mi’raj direduksi hanya menjadi agenda seremonial tahunan tanpa dampak nyata pada arah kehidupan umat? Padahal, Isra’ Mi’raj bukan sekadar kisah spiritual personal Nabi Muhammad ﷺ. Ia adalah peristiwa ideologis yang menandai relasi langsung antara langit dan bumi—antara wahyu dan pengaturan kehidupan manusia. Tidak lama setelah peristiwa agung itu, Rasulullah ﷺ menerima Baiat Aqabah Kedua, sebuah komitmen politik-ideologis umat untuk mengubah tatanan hidup yang rusak menuju sistem yang berlandaskan wahyu. Ini menegaskan satu hal: Isra’ Mi’raj adalah pintu perubahan peradaban, bukan hanya penguatan ritual individual. Sayangnya, makna besar ini ...
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)


.png)