Saat Dunia Mengajarkan Sukses, tetapi Lupa Mengajarkan Makna
Mufakkirot Fathinah, SE (Praktisi Pendidikan) Kesepian, krisis kesehatan mental, dan tawaran Islam Kaffah untuk membangun generasi yang tangguh Kita hidup di zaman yang serba terkoneksi. Dalam satu genggaman, seseorang dapat berkomunikasi dengan siapa saja. Media sosial dipenuhi aktivitas, kampus ramai oleh mahasiswa, grup percakapan terus berbunyi, dan berbagai komunitas menawarkan ruang untuk berinteraksi. Namun, di tengah semua keramaian itu, tidak sedikit anak muda yang justru merasa sendirian. Ada yang terlihat ceria, tetapi menyimpan beban yang tidak pernah diceritakan. Ada yang berprestasi, tetapi merasa dirinya tidak cukup baik. Ada yang memiliki banyak teman, tetapi tidak tahu kepada siapa harus bersandar ketika hidup terasa berat. Fenomena ini menghadirkan ironi kehidupan modern: manusia semakin mudah terhubung, tetapi belum tentu semakin dekat; semakin sibuk mengejar pencapaian, tetapi belum tentu memahami makna kehidupan. Pada titik inilah kita perlu bertanya: mengapa gener...

.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)